|
Jakarta (8/7) - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menggelar penertiban terhadap sindikat peredaran pengemis di ibukota, mendapat dukungan penuh dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Sebab keberadaan sindikat pengemis itu sudah bukan isapan jempol belaka. Mereka benar-benar nyata dan mengancam kenyamanan serta ketentraman masyarakat. Dalam operasinya, mereka kerap menggunakan anak-anak di bawah umur untuk menjalankan aksinya. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus secepatnya ditangani. Dengan eksploitasi yang dilakukan sindikat pengemis, anak-anak di bawah umur itu akan kehilangan masa depan mereka. "Saya mendukung rencana penertiban sindikat pengemis oleh Pemprov DKI. Jumlah pengemis di DKI Jakarta dari hari ke hari semakin besar. Saat ini setidaknya 2000 lebih pengemis membanjiri berbagai tempat di ibukota. Mulai dari perempatan jalan, terminal, pasar, stasiun kereta api dan berbagai tempat lainya. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat, mendekati bulan suci Ramadhan dan hari raya Idulfitri. Tindakan Pemprov DKI yang akan melakukan penertiban sudah tepat," ujar Rifkoh Abriani, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa (6/7). Kendati begitu, Rifkoh berharap, dalam melakukan penertiban nanti, Pemprov DKI mengedepankan tindakan persuasif tanpa kekerasan. Setidaknya Pemprov DKI dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja harus bekerjasama dengan pihak kepolisian dan berbagai pihak lain untuk mendukung penertiban tersebut. Apabila terbukti ada kelompok pengemis yang melakukan eksploitasi terhadapa anak-anak, maka pihak kepolisian tidak boleh segan untuk menindak sesuai hukum yang berlaku. Bagi yang terbukti melakukan eksploitasi apalagi kekerasan kepada anak dengan memaksa mereka mengemis, maka harus diberi tindakan tegas. Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana yang mengatakan bahwa salah satu tugas Pemprov DKI adalah membuat kota Jakarta menjadi nyaman. Untuk menciptakan kenyamanan ini, salah satunya dengan meminimalisir keberadaan para pengganggu kenyamanan seperti halnya pengemis. "Pemprov hendaknya menggunakan aparatnya yang bernama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban kota ini," katanya. Seperti diketahui, setelah sukses menggelar razia terhadap keberadaan preman yang kerap beraksi di atas angkutan umum di ibukota, rencananya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI akan segera menertibkan para sindikat pengemis yang ada di ibukota. Yang menjadi target dalam operasi ini adalah, mereka yang menggunakan anak-anak di bawah umur dalam setiap aksinya. Selain mengganggu ketertiban umum, sindikat pengemis ini dianggap telah melakukan eksploitasi terhadap anak-anak lantaran mempekerjakan mereka sebagai pengemis. Keberadaan sindikat pengemis ini sangat meresahkan, karena mengganggu ketertiban umum. Mereka menggunakan fasilitas publik seperti, jalan raya dan lampu lalu lintas, serta trotoar untuk melancarkan aksinya. Selain itu, aktivitas mereka juga membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus keselamatan para pengemis itu sendiri. "Setelah memberantas pengganggu ketertiban umum di atas angkutan umum, kita juga akan memberantas para pengeksploitasi anak, yang menjadikan anak sebagai pengemis," kata Effendi Anas, Kepala Satpol PP DKI Jakarta.(beritajakarta) Sumber : www.beritajakarta.com 
Foto : Dok.Istimewa
|