• JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
hari menuju Pemilu
---
Sudah terdaftar sebagai Pemilih?
-=-
Jadwal Pemilu
-=-
Bakal CAD PKS: DPR RI - Provinsi - Kota/Kabupaten

Mari bergabung bersama PKS

untuk mewujudkan Indonesia Baru yang lebih baik!

  • Anda tertantang Benahi Jakarta? Bergabunglah bersama kami. klik di sini
  • Sisihkan dana Anda untuk kampanye PKS. Donasi
  • Beritahu tentang PKS kepada kenalan Anda.
  • Ajaklah semua yang Anda jumpai untuk coblos PKS pada 9 April 2009. Banyak alasan kenapa pilih PKS

Berita Terbaru

06 September 2010

Triwisaksana: Pemindahan Ibukota Mengada-ada dan Boros

News image

Jakarta - Wacana pemindahan ibukota terus menuai pro kontra di berbagai kalangan. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana berpendapat, pemindahan ibukota mengada-ada dan merupakan pemborosan.Pemindahan ibukota dimaksudkan untuk mengurai kemacetan...

more

04 September 2010

Triwisaksana: Buka Puasa Bersama Pertama dan Terakhir

Jakarta (3/9) - Setiap orang yang melintas di Jalan Letjen Soeprapto, Jakarta Pusat Jum’at (3/9) sore, akan melihat tenda besar dan puluhan bangku berjajar rapi seakan menyambut para tamu undangan...

more

03 September 2010

DKI Terapkan TPST Ramah Lingkungan

News image

Jakarta (2/9)- Kelanjutan nasib TPST Ciangir akan di bahas pada rapat lanjutan sore ini (2/9) oleh Dewan bersama Pemprov di Jakarta. DKI mengusulkan dengan GALFAD (gasification, landfill, an-aerobic digestion) yang...

more

30 August 2010

Program Ta’awun Iqtishodiy : Seminar Perencanaan Keuangan Keluarga

News image

Jakarta (28/8) – Rangkaian program Ta’awun Iqtishodiy (TI) kembali di gelar dengan mengadakan Seminar Rencana Pengelolaan Keuangan Keluarga, Ahad  (28/8) pagi di aula Pegadaian Jakarta Pusat.  Kegiatan yang bertujuan memberikan...

more

24 August 2010

Rawan Suap, DPRD Haram Terima Hadiah

News image

Jakarta (23/8) – Larangan yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagi pejabat di DKI Jakarta agar tidak menerima bingkisan lebaran atau parcel berimbas ke Kebon Sirih.Pengamat politik yang juga...

more

24 August 2010

Enam Jalan Tol Dinilai Tak Efektif

News image

Jakarta – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun enam ruas jalan tol untuk mengurangi kemacetan dinilai tak efektif. Pembangunan tol justru menambah kemacetan. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta...

more

23 August 2010

DPRD DKI Minta Dugaan Pelecehan Paskibra Diselesaikan Secara Hukum

Jakarta - DPRD DKI Jakarta menilai investigasi yang dilakukan oleh Purna Paskibra Indonesia (PPI) terkait dengan dugaan pelecehan seksual anggota Paskibra DKI tidak tepat. Dewan pun usul agar kasus...

more

18 August 2010

DPRD DKI Minta Pelaku Pelecehan Terhadap Paskibra Ditindak

News image

Jakarta - Kasus dugaan pelecehan terhadap anggota Paskibra Pemprov DKI Jakarta menuai protes. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana meminta agar pelaku ditindak tegas jika terbukti bersalah. "Ini patut...

more

More in: Berita Pilkada, Berita Utama, Perspektif Lain, Kolom, Finansial, Foto, Liputan Media, Merchandise

Potret Kegiatan

PhotoPhotoPhotoPhotoPhotoPhotoPhotoPhoto

PKS Download

TENTANG PKS

» Piagam Deklarasi
» Visi & Misi
» Sejarah
» Anggaran Dasar & ART [pdf]
» Falsafah Dasar [pdf]
» Platform Kebijakan [pdf]
» Mars PKS [zip]


PIMPINAN & PENGURUS

» Pengurus DPW PKS DKI Jakarta 2006 - 2010

LUAR NEGERI

» PIP PKS Kuwait
» PIP PKS Malaysia
» PIP PKS Mesir
» PIP-PKS Amerika Utara
» PIP-PKS Arab Saudi
» PIP-PKS Australia & Selandia Baru
» PIP-PKS Belanda
» PIP-PKS Jepang
» PIP-PKS Jerman
» PIP-PKS United Kingdom

DAERAH

» DPD Jakarta Timur
» DPD Jakarta Barat (under construction)
» DPD Jakarta Selatan
Robohnya “Rumah Gadang” 957 Hits |  PDF Print E-mail
Thursday, 22 October 2009 15:59

“Ondeh rang rantau…. dangalah… Minang Maimbau’’ Lirik Lagu: Elli Kasim (Wahai para perantau, dengarkanlah Minang memanggil)


Berjalan menyusuri kawasan gempa Sumatera Barat 30 September 2009 lalu, membuat hati ini terenyuh, bergidik menyaksikan bangunan-bangunan yang hampir seluruhnya rubuh di sepanjang jalan yang kami lewati. Berada di kota Padang saja, tidak tahan pilunya hati, tangisan dan ratok keluarga korban, disertai sergapan bau amis mayat yang masih belum sempat di evakuasi. Di kelurahan Tarantang, Lubuak Kilangan, pinggiran kota Padang, rumah-rumah Perumnas yang baru dihuni dua bulan, sudah runtuh kembali. Belum lagi pemandangan sekitar di hampir semua jalur yang kami lewati sambil menyalurkan bantuan, hancur luluh akibat gempa berkekuatan 7,6 Scala Richter tersebut.

Di tengah Kota Padang, menurut data Satkorlak, tidak kurang dari 11.000 bangunan hancur dan sudah lebih dari 200 mayat ditemukan. Mulai dari tempat kursus Gama di samping kantor Padang Ekspres, show room mobil Adira, kantor-kantor Pemerintahan, LIA, Pasar Raya, Hotel Ambacang, Hotel Bumi Minang, Kampuang Cino, juga Muaro.
Bahkan di Hotel Ambacang sampai hari ini, masih dilakukan evakuasi. Berbagai spekulasi jumlah korban diungkapkan, karena tidak ada akses jalan masuk. Bongkahan puing beton masih bertumpukan saat penulis mengunjungi kawasan tersebut, hari Senin 5/10/2009. Baru 10 % puing Ambacang yang dirubuhkan, sementara bangunan utama kelihatan masih utuh, meski konstruksi sebenarnya sudah patah dua lantai. Aroma busuk kuat tercium sehingga sebagian relawan dan petugas menggunakan masker penutup hidung.

Berjalan ke arah Pariaman suasanana kian mencekam. Hampir 90% rumah dan bangunan rubuh akibat gempa. Mulai dari Padang Sago, Nan Sabaris, Bukik Tandikek, Kecamatan Patamuan yang kini jadi kuburan masal. Apalagi jika ditelusuri dari wilayah Kabupaten Agam, Mulai dari Sungai Batang--kampung ulama terkenal Buya Hamka--lebih 2.000 pengungsi bertumpuk di pasar, mengisi los-los seadanya, melantai kedinginan. Hampir sepanjang bukit pinggiran danau Maninjau terdapat titik longsor, merubah dominasi warna rimbun kehijauan semula, menjadi dinding kecokelatan tebing yang runtuh.

Di Malalak jalan putus ke arah Sicincin, sehingga relawan harus berjalan kaki sejauh 15 kilometer untuk memberikan bantuan ke arah Tandikek. Lubuak Basuang, Manggopoh, Sungai Limau, Sungai Garinggiang, Kampuang Dalam Sikucua, bahkan puluhan tempat lagi yang kami tidak ingat namanya. Entahlah dengan Mentawai dan Siberut, belum ada kabar, padahal di sana bermukim hampir 100.000 jiwa.

Di Padang Sago, anak-anak kecil berlarian mengejar mobil yang datang, akankah memberi bantuan. Orang-orang tua yang lebih dominan, banyak termenung di samping rumahnya yang rubuh, sambil berlindung di bawah tenda bambu beratap plastik darurat yang miring. “Ambo ndak bisa bajalan lai Pak, kaki bangkak, lah tigo hari lalok di lantai, ngilu bana”(saya tidak bisa jalan, kaki saya bengkak sebab tiga hari tidur dilantai, terasa ngilu), ujar seorang nenek sambil menunjukkan kakinya yang sembab.
Anak-anak kecil pun terlihat lusuh dan kumal, mungkin beberapa hari belum mandi. Ke mana orang ramai berkumpul mereka ikuti. Karena mungkin ayah atau ibu mereka menjadi korban.
“Indak ado bapak nan ka mamangku, indak ado mamak nan kamambimbiang”(tidak ada ayah yang mengasuh, tidak ada paman yang mau menuntun), ujar seseorang paruh baya.

Gempa di Sumatera Barat kali ini, termasuk paling besar dampaknya dibandingkan gempa-gempa sebelumnya. Peristiwa ini tidak saja menghancurkan bangunan fisik, akan tetapi punya dampak sosial yang besar. Dimana para tokoh setempat juga banyak yang menjadi korban. Kebiasaan orang Minang untuk kembali bermusyawarah, membahas masalah-masalah yang dialami masyarakat di “Rumah Gadang”, semacam balairung tempat berkumpul, jadi sangat terganggu karena sarana infrastruktur dan suprastrukturnya tidak memadai.

“Rumah Gadang kami lah runtuah” (Rumah Gadang kami sudah runtuh), kata mereka.
Suatu sarana tempat berkumpulnya niniak mamak, bundo kanduang, ulama dan cadiak pandai serta datuak –sebagai tungku nan sajarang--berkumpul untuk memutuskan masalah-masalah suku atau nagari yang mereka hadapi. Inilah efek sosial yang akan segera muncul, karena banyaknya korban, masalah-masalah sosial yang biasanya selesai di level masyarakat nagari, kini tidak terpecahkan.

Urang Rantau, yaitu orang Minang yang berada di perantauan, dimasukkan sebagai golongan “cadiak pandai”, dalam situasi demikian tentu sangat diharapkan bantuan dan uluran tangan mereka. Hari ini orang-orang masih berada di tenda-tenda pengungsian, yang paska gempa 30 September lalu tak henti-henti pula diguyur hujan. Namun masa-masa ini adalah tahap tanggap darurat, masih emergency, bantuan kemanusiaan dan para relawan sementara ini masih banyak berdatangan. Yang lebih krusial adalah masa-masa recovery dan rekonstruksi. Relawan sudah kembali, lalu siapa lagi yang akan mengurus mereka?. Di sinilah peran urang rantau untuk secara kontinyu mengawal bantuan mesti terus dilanjutkan. Menghimpun dana di rantau, Anggota Dewan mengawal anggaran bantuan, juga para pedagang dan pengusaha Minang selayaknyalah mengarahkan untuk memotong hewan kurban pada idul Adha nanti di wilayah bencana ini.

Selanjutnya, ke depan tentu semua kita harus memuhasabahi, mengoreksi diri dari kekeliruan-kekeliruan masa lalu. Apakah kebiasaan “Tabuik”--melarung sesajen ke laut-- masih akan terus dilakukan, sementara keluar nagari kita berkata “Adat basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah”. Apakah soal jama’ah Sattariyah yang tetap dipelihara dengan segala kelainannya dan keminiman pemahaman agamanya dari mayoritas ummat Islam di Indonesia, tetap tidak dilakukan pembinaan untuk pencerahan pemahaman mereka?. Atau kelompok-kelompok lain yang banyak terdapat di kawasan terdampak G30S (Gempa 30 September) kali ini.

Bagi Allah swt, AL-HASIIB, Yang Maha Cepat Perhitungannya, telah digariskan: “Kalaulah penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, maka akan kami bukakan pintu2 keberkahan dari langit maupun dari bumi, akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka dengan apa-apa yang mereka dustakan”(QS 7:96).

Marilah kita koreksi mutu keimanan dan ketaqwaan kita semua, wallahu a’lam.

Sumber : PK-Sejahtera Online

 

 


 

SITUS: Fraksi PKS DPR | DPW | PIPKS Luar Negeri | Fraksi DPRD | DPD | DPC | DPRa | Personal/Aleg | Tambah Web Link | RSS

Copyright ©2008 DPW PKS DKI Jakarta